Rasulullah Muhammad s.a.w. adalah sosok manusia yang paling bagus akhlaknya di dunia, dari zaman Nabi Adam a.s. sampai akhir zaman. Sampai saat sekarang pun, Beliau masih tercacat sebagai orang paling berpengaruh di dunia ini. Bagaimana tidak, pada tempat yang berbeda di permukaan bumi ini, ketika matahari tenggelam, selalu ada azan Maghrib menggema dan dipantulkan oleh bukit – bukit, gua, dan gedung – gedung. Subhanallah. Allah dan malaikat memberi shalawat kepada Beliau, maka sudah sepantasnya kita manusia mengirimkan shalawat juga kepada beliau. Semoga kita yang senantiasa membaca shalawat tersebut diberi kebahagiaan di dunia, diberi kelancaran urusan di dunia, mendapat syafaat Beliau di hari kebangkitan, hisab, dan jembatan penyeberangan “shiratalmustaqiim”, serta bisa bertemu dengan Beliau di akherat dan di surga nantinya. Amiiin.
Entries from October 2008
Melipatgandakan Pahala Amal
October 8, 2008 · Leave a Comment
Cara melipatgandakan pahala amal :
(1) Beribadah di bulan Ramadhan, pahalanya dilipatkan menjadi 10 x , 70 x , 700 kali, atau lebih.
(2) Beribadah di bulan Ramadlan, pahala ibadah sunnah diganjar sebagai ibadah wajib, dan pahala ibadah wajib dilipatgandakan.
(3) Beribadah di bulan Ramadlan, pada malam lailatul qodar, karena orang yang beribadah pada saat turunnya lailatul qodar, maka ibadahnya lebih bagus daripada beribadah seribu bulan.
(4) Melakukan, memupuk, dan membina amalan yang tidak terputus, sebagaimana pada Hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah s.a.w. bersabda :” Apabila anak Adam meninggal, terputuslah amalnya, kecuali ada tiga perkara, yaitu amal jariyah, anak yang sholeh yang mendo’akannya, dan ilmu yang bermanfaat”.
Categories: Uncategorized
Tagged: Religi
Indahnya Kesabaran
October 8, 2008 · Leave a Comment
Kesabaran, adalah sesuatu yang kita cari, karena merupakan mata rantai untuk mencapai ketenangan dan kesejahteraan lahir batin, bahagia di dunia dan akherat. Kesabaran mencakup :
(1) Tekat yang tinggi untuk melaksanakan perintah Allah
(2) Tekat yang tinggi untuk meninggalkan larangan Allah
(3) Kesadaran yang penuh di dalam menerima musibah dari Allah, kesadaran bahwa semua kejadian datangnya dari Allah, karena hakekatnya kita manusia tanpa kekuatan apa pun. Semua kekuatan dari Allah.
Kesabaran :
(1) merupakan mata rantai butir sifat yang harus dimiliki oleh manusia (makhluk Allah) sebagai cipratan dari Sifat Allah Yang Maha Sabar.
(2) saling nasihat – menasehati tentang kesabaran merupakan komponen yang bisa menyambungkan agar menjadi orang yang tidak merugi, komponen lainnya ada tiga yaitu saling nasihat – menasehati tentang kebenaran, menjadi orang beriman, dan menjadi orang yang beramal shaleh
(3) kesabaran dan shalat akan menjadi penolong kita
Categories: Uncategorized
Tagged: Religi
Dzikrullah
October 8, 2008 · Leave a Comment
Ingatlah, ruh sewaktu ditiupkan pada jasat, telah mengucapkan janji setia kepada Allah – Sang Khalik, untuk tunduk patuh kepada – Nya, selama menjalani hidup di dunia ini. Hidup di dunia hanyalah penggalan kecil perjalanan waktu, bergerak dari masa lampau ruh di alam ruh, dan masa depan di alam kubur, yang akan diteruskan nantinya di masa pembangkitan, masa penimbangan amal, yang masa akhirnya di surga atau neraka. Ini adalah salah satu butir mutiara iman, yaitu iman kepada hari akhir.
Selain itu, pilar ikhsan harus ditegakkan pula. Ikhsan adalah suatu bentuk kesadaran pada diri manusia, bahwa dalam setiap gerak langkahnya, ia selalu seolah – olah melihat Allah. Kalau maqom itu belum tercapai, maka maqom di bawahnya harus dalam genggaman, yaitu merasa dilihat oleh Allah.
Dengan modal iman kepada hari akhir, yang diikuti dengan tegaknya pilar ikhsan, maka kegiatan dzikrullah, yaitu ingat kepada Allah, tidak lagi terasa sebagai kewajiban, tetapi sudah merasa keperluan, dan bahkan sunnatullah. Memang demikian adanya, makhluk pasti membutuhkan Sang Khalik, dan secara logika akan mengingat Sang Khalik, karena pada diri makhluk merasa banyak sekali kelemahan, ia memerlukan dzat yang bisa membantunya, tempat berkeluh kesah, dan bergantung diri, yaitu kepada Sang Khalik.
Pada Al Qur’an surat al-Ahzab ayat 35, Allah berfirman, yang artinya “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. Manusia tidak bisa lepas dari lupa, khilaf, dan salah, maka manusia perlu ampunan kesalahannya tersebut, dan itu bisa diperoleh dengan cara dzikrullah.
Nabi Muhammad s.a.w. pernah bersabda agar kita selalu harus bertasbih, tahlil dan taqdis (HR. at-Tirmidzi, Abu Daud, dan Ahmad) , yaitu tasbih : membaca “subhanallah”, tahlil : mengucapkan “laa ilaaha illallah”, taqdis (menyucikan Allah) : mengucapkan “subhanal malikil quddus” atau “subbuh, quddus, Rabbul malaikati war-ruh”. Rangkaian mutiara tasbih, tahlil dan taqdis tersebut tentu akan membersihkan jiwa kita, dan menimbulkan rasa tenang, nyaman, dan tenteram.
Bahkan, ucapan “laa ilaaha illallah” adalah afdoli dzikri, yaitu ungkapan ingat kepada Allah yang paling afdol. Dengan demikian, ibarat jamu, kalimah tersebut paling mujarap atau manjur, sehingga apabila di akhir hidup kita, mampu melafalkan “laa ilaaha illallah” , niscaya dijamin masuk surga, meninggal dalam keadaan khusnul khatimah (akhir yang baik).
Ada lagi kalimah toyibah (penggalan kata yang baik) yang sangat tinggi nilainya, yaitu Alhamdulillah, karena kalimah tersebut adalah afdoli do’a, yang memiliki kekuatan yang besar agar doa kita dikabulkan oleh Allah. Oleh karena itu, di setiap do’a kita, jangan sampaai lupa melafalkan Alhamdulillah.
Dengan kita melakukan dzikrullah dalam arti luas (mengerjakan sholat juga bagian dari dzikrullah), maka semoga kita dikelompokkan oleh Allah sebagai orang yang bertaqwa kepada-Nya. Dengan bertaqwa, maka insya Allah, kita diposisikan sebagai hamba-Nya yang mulia, sebagaimana difirmankan oleh Allah pada Al Qur’an surat Al Hujurat ayat 13, yang artinya :”Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu”.
Categories: Uncategorized
Tagged: Religi
Doa Nurrun Nubuwwaat (Doa Nurbuat)
October 8, 2008 · 1 Comment
Bunyi doa Nurbuat (Sutardi, 2001) :
(1) Allohumma dzil sulthoonil ‘azhiim, wa dzil mannil qodiim, wa dzil wajhil kariim.
(2) Wa waliyyil kalimaatit taammaati wad da’awaatil mustajaabah, ‘aaqilil hasani wal husaeni min anfusil haqqi ‘aenil qudrati wan naazhiriin.
(3) Wa ‘aenil insi wal jinni wa iyyakaadul ladziina kafaruu layuzliquunaka bi abshoorihim, lammaa sami’udz dzikro wa yaquuluuna innahuu lamajnuun. Wa maa huwa illaa dzikrul lil’aalamiin.
(4) Wa mustajaabu Lukmaanil Hakiim, wa waritsa Sulaemaanibni Daawuuda ‘alaihimas salaam.
(5) Ya waduudu, Yaa Waduudu, Ya Waduudu, Ya Allah, Yaa Dzal ‘Arsyil Majiid, Yaa Faa’ilul limaa yuriid.
(6) Thowwil ‘umrii wa shohhih ajsaadii, waqdhi haajatii, waktsir amwaalii, wa aulaadii, wa habbib linnaasi ajma’iin. Wa tabaa’adil ‘adaawata kullum mimbanii aadama ‘alaihis salaam.
(7) Liyundziro man kaana hayyau wa yahiqwal qaulu ‘alal kaafiriin. Wa qul jaa ‘al haqqu wazahaqol baathil, innal baathila kaana zahuuqoo. Wa nunazzilu minal Quraani maa hua syifaauw warahmatul lil mu’miniin. Wa laa yaziiduzh zhoolimiin illa khasaaroo.
Arti doa Nurbuat (Sutardi, 2001) :
“(1) Ya Allah Penguasa Mahaagung, Pemberi karunia terdahulu, yang berwajah mulia.
(2) Yang menolong manusia dengan kata – kata sempurna (Al Quran) dan doa – doa mustajab, dan yang berbuat bijak untuk memperbaiki pandangan buruk sebagian orang terhadap kebenaran dan nasib Hasan dan Husen.
(3) Dan sesungguhnya orang dan jin kafir hampir saja menjerumuskan kamu (Nabi Muhammad) dengan pandangan mereka, tatkala mendengar dzikir (bacaan al Quran) mereka berkata :’Benar – benar ia (Nabi Muhammad) itu orang gila”. Padahal Al Quran adalah peringatan bagi semua manusia.
(4) Dan yang mengabulkan doa Luqman Hakim serta mewarisi Sulaeman anak Daud, semoga keselamatan dilimpahkan kepada mereka berdua.
(5) Wahai yang Maha Asah, Wahai Yang Maha Asih, Ya Allah ! Yang bersinggasana Agung ! Yang mampu berbuat apa saja terhadap yang hendak didukung-Nya.
(6) Panjangkanlah umurku, sehatkanlah badanku, sampaikanlah hajatku, perbanyaklah harta dan anak – anakku, dan buatlah semua manusia saling kasih mengasihi, dan jauhkanlah anak cucu Adam dari permusuhan, semoga keselamatan Engkau limpahkan kepada-Nya (Nabi Adam).
(7) (Al Quran itu) peringatan bagi mereka yang masih hidup hatinya dan kepastian akan datangnya siksa bagi orang kafir. Katakanlah : kini kebenaran telah datang pemberantas kebatilan, kerena kebatilan itu memang harus lenyap. Sesungguhnya Al Quran diturunkan agar dia (Nabi Muhammad) menjadikannya sebagai penawar dan rahmat bagi yang beriman. Dan janganlah Engkau beri tambahan apapun juga kepada orang – orang jahat selain kerugian”.
Dari kitab diperoleh informasi bahwa doa Nurbuat ini banyak sekali manfaatnya, untuk keselamatan badan dan kesejahteraan. Kisahnya, suatu hari Rasulullah bersama dengan sahabat, sehabis shalat subuh di Masjidil Haram, datanglah Jibril menghadap Rasulullah, sambil berkata :”Wahai Rasulullah, kami ini diutus oleh Allah untuk menyampaikan doa Nuurun Nubuwwah kepada-Mu”.
Khasiat doa Nurbuat antara lain : (1) dibaca setiap habis shalat lima waktu, Insya Allah segala maksud yang dikehendaki akan tercapai dengan mudah, (2) bila seorang mempunyai musuh, dibacakan doa Nurbuat agar musuh tersebut tidak memusuhinya lagi, Insya Allah musuh akan berbalik mengasihinya, (3) jika doa dibaca setiap hari, Allah akan menyelamatkan dari siksa neraka dan dihindarkan dari godaan syaitan, (4) badan menjadi sejahtera dan selalu kelihatan muda (dibaca setiap hari Ahad), (5) mendapat keselamatan setiap saat (dibaca hari Senin), (6) untuk menguatkan gigi agar tidak mudah rapuh, rusak / sakit (dibaca setiap hari Rabu), (7) agar muka selalu berseri – seri dan kelihatan tampan / cantik (baca setiap hari Kamis), dan (8) terjaga dari perbuatan kufur, dan perbuatan jahat (dibaca setiap malam Jumat).
Menurut Sutardi (2001), faedah doa Nurbuat ini antara lain (1) ampunan Allah, (2) melunakkan hati orang yang membenci kita, (3) dihormati atasan dan penguasa, (4) dimuliakan orang, (5) menolak sihir, teluh (santet), dan tenung, (6) menolak penyakit dan bisa (racun), (7) menolak gangguan makhluk halus jahat, (8) diberi bekal hidup yang cukup (kaya, mudah rezekinya), dan (9) jika dibaca 100 kali sebelum tidur, akan mimpi bertemu para nabi dan mendapat kebaikan dunia dan akhirat.
Pustaka :
Sutardi, Toha. 2001. Ayat dan Do’a. Fikahati Aneska. Jakarta.
Categories: Uncategorized
Tagged: Religi
Bacalah Shalawat
October 8, 2008 · 1 Comment
Perbanyaklah membaca shalawat Nabi.
“Allahumma shalli ala (syayidina) Muhammad. Wa ala ali (syayidina) Muhammad”
Hikmah membaca shalawat nabi :
(1) sebagai tanda bahwa kita tidak kikir kepada Rasulullah
(2) akan mendapat syafaat dari Nabi Muhammad s.a.w.di hari akhir nanti, yaitu di Ma’sar tempat hisab sampai dengan jembatan shirattalmustaqim.
(3) sebagai tanda cinta kita kepada Rasulluh
(4) sebagai ujud harapan untuk kita bisa bertemu kepada Rasullullah di akherat atau surga nanti. Amiin.
Bacalah, dan bacalah shalawat Nabi.
Allah dan malaikat pun mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad s.a.w. Sangat wajar kalau kita sebagai manusia, banyak membaca shalawat.
Categories: Uncategorized
Tagged: Religi
Bacalah Al Ikhlash
October 8, 2008 · Leave a Comment
Al Ikhlash adalah Qs 112 (Al Qur’an surat ke – 112), yang artinya “Memurnikan Keesaan Allah”. Perbanyaklah membaca al Ikhlash !
Al Ikhlash :
(1) Bacaannya : “Qul huwallahu ahad. Allaahush shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad”.
(2) Arti lain ikhlas adalah bersih atau lepas.
(3) Jika dibaca dengan hati yang ikhlas maka akan dilepas dari kesusahan duniawi, dimudahkan pada saat sakaratul maut, dan dihindarkan dari kegelapan kubur.
(4) Ibnu Syihab Al-Zukhri menerangkan Rasulullah s.a.w. bersabda :”Siapa yang membaca Surat Ikhlash seolah – olah ia membaca sepertiga Al Qur’an”.
(5) Riwayat dari sayyidinna ‘Ali r.a. : “Barang siapa membaca Al Ikhlas sebanyak 11 kali sesudah sembahyang Subuh, maka syaitan tidak akan dapat menggodanya untuk berbuat dosa, meskipun syaitan itu dengan sungguh – sunggguh hendak menggoda pada hari itu”.
(6) Sayyidah ‘Aisyah menerangkan :” Dari Nabi Muhammad s.a.w. , “Barang siapa membacanya sesudah selesai sembahyang Jumat : surat Al Faatihah 7 kali, Al Ikhlash 7 kali, Al Falaq 7 kali, dan surat An-Naas 7 kali, maka Allah SWT akan melindungi-Nya dari kejahatan sampai ke hari Jumat yang akan datang”.
(7) Dari Sayyidinaa “Ali r.a. dari Rasulullah s.a.w. :”Barang siapa hendak pergi musafir, kemudian ketika hendak meninggalkan rumahnya ia membaca surat Al Ikhlash 11 kali, maka Tuhan memelihara rumahnya sampai ia kembali”.
Categories: Uncategorized
Tagged: Religi
Bacalah Al Faatihah
October 8, 2008 · Leave a Comment
Al Faatihah adalah Qs 1 (Al Qur’an surat pertama), yang artinya “Pembukaan”. Perbanyaklah membaca al Faatihah !
Al Faatihah :
(1) Merupakan induknya Al Qur’an (Ummul Qur’an, Ummul Kitab), merupakan induk bagi semua isi Al Quran.
(2) Arti : Pembuka.
(3) Terdapat inti isi mutlak (hakekat) Al Qur’an, yaitu pada ayat 1 (bismillahirrahmanirrahiim).
(4) Merupakan doa.
(5) Sebagai pembuka pintu hati untuk makrifatullah (mengenal Allah).
(6) Terdapat afdloli do’a (do’a yang paling manjur) (pada ayat 2, yatu : Alhamdulillaahirrabbil ‘aalamiin).
(7) Wajib dibaca di setiap rekaat shalat.
(8) Disebut juga “Tujuh yang Berulang – ulang”.
Categories: Uncategorized
Tagged: Religi
Bacalah Al ‘Ashr
October 8, 2008 · Leave a Comment
Al ‘Ashr adalah Qs 103 (Al Qur’an surat ke – 103), yang artinya “Masa”. Perbanyaklah membaca al ‘Ashr !
Al ‘Ashr :
(1) Bacaannya : “Wal ‘ashr. Innal insaana lafii khusr(in). Illal ladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaati wa tawaashau bil haqqi wa tawaashau bish shabr(i).
(2) Artinya “ Demi masa. Sesungguhnya seluruh manusia itu benar – benar dalam kerugian. Kecuali orang –orang yang beriman, dan beramal shalih, dan saling berpesan dengan kebenaran, dan saling berpesan dengan kesabaran”.
Oleh karena itu, melalui media ini, kita harus saling nasihat – menasihati tentang kebenaran, dan tentang kesabaran, agar hidup kita tidak merugi.
Categories: Uncategorized
Tagged: Religi
Dengan Semangat Idul Fitri, Kita Sumbangkan Pemikiran untuk Kejayaan Bangsa Indonesia
October 8, 2008 · 1 Comment
Idul Fitri (kembali ke fitrah manusia, yaitu kesucian) dapat dicapai setelah orang mukmin melaksanakan puasa Ramadlan, dengan ungkapan “ Taqabalallahu minnaa wa minkum. Taqabbal yaa kariim “.
Apabila puasa Ramadlan yang dilaksanakan oleh orang mukmin tersebut diterima oleh Allah, maka insya Allah akan terhapus dosa yang telah lalu (satu tahun yang sudah berlangsung). Dengan demikian, bulan Ramadlan dapat ditinjau sebagai titik awal dari siklus tahunan, periode waktunya satu tahun, dan “mesin” puasa Ramadlan akan menghapus dosa pada periode tersebut.
Apabila orang mukmin di Indonesia benar – benar telah melaksanakan puasa dengan baik, dan menjadi “idul fitri”, maka insya Allah banyak yang dapat disumbangkan bagi kemajuan dan perkembangan Indonesia. Orang mukmin dengan puasa yang diterima oleh Allah tentu akan mempunyai pemikiran yang jernih, bagus, dan konstruktif, bisa disumbangkan untuk kemajuan bangsa Indonesia ini, di bidangnya masing – masing.
Semoga orang mukmin di Indonesia aktif mempersiapkan diri untuk beribadah, dan memberikan sumbangan pemikiran demi kejayaan bangsa. Bentuk sumbangan pemikiran bisa macam – macam, misalnya menulis artikel di surat kabar, blog internet, atau menulis buku. Jayalah Indonesiaku !
Categories: Uncategorized
Tagged: Tulisan