Pada hari Kamis, 14 Agustus 2008, bertepatan dengan hari Pramuka, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas di Padang mendapat tamu dari Pramuka Tingkat Penegak se Sumatera. Kunjungan putera – puteri pramuka tersebut dalam rangka Wisata IPTEK, yang merupakan salah satu kegiatan dalam rangka HUT XXII Gudep Padang 0865 – 0866 Universitas Andalas dan Dies Natalis ke – 52 Universitas Andalas.
Pada kegiatan Wisata IPTEK tersebut, dipresentasikan oleh Azrifirwan, S.TP, M.Eng – Sekretaris Program Studi Teknik Pertanian FATETA Unand – bahwa Fakultas Teknologi Pertanian terdiri dari dua program studi, yaitu Teknik Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian. Pada saat diskusi, dijelaskan oleh Dr. Ir. Santosa, MP tentang cara memperoleh hasil panen yang maksimal dari suatu budidaya tanaman (misalnya padi). Untuk mendapatkan hasil produksi padi yang maksimal, maka dimulai dari memilih lokasi untuk menanam padi sesuai dengan persyaratan agroklimat, kemudian memilih bibit unggul, mengolah tanah secara baik, memberi air irigasi sesuai kebutuhan tanaman, melindungi tanaman atau memelihara tanaman, misalnya dengan melakukan penyiangan untuk memberantas gulma, menanggulangi serangan hama dan penyakit dengan cara pengendalian hama / penyakit terpadu, memberi pupuk sebagai tambahan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman, melaksanakan pemanenan tepat waktu, dan mencegah terjadinya kehilangan hasil (losses) pada saat panen dan penanganan pascapanen.
Pramuka bersimbol cikal kelapa. Hal ini dikarenakan pohon kelapa adalah pohon yang semua komponennya, dari akar, batang, daun, sampai buah dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Selain itu, pohon kelapa juga dapat hidup di mana – mana, mulai dari pantai, dataran rendah, dataran tinggi hingga pegunungan. Hal itu mengandung makna bahwa pramuka harus bisa bermanfaat bagi sesama manusia. Sebaik – baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Diharapkan pramuka akan menjadi sebaik – baik orang tersebut. Selain itu, pramuka juga harus bisa hidup, bergaul, dan mengabdi di mana – mana, tidak harus pilih – pilih tempat, misalnya kampung halaman. Walaupun harus bertugas di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, atau Papua (Irian), maka sebagai manusia yang berjiwa pramuka harus siap. Pramuka harus mempunyai jiwa kebangsaan, semangat nasionalisme, dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik IIndonesia (NKRI), sebagaimana yang termaktub pada Tri Satya. Pada Tri Satya tersebut, pramuka berjanji setia kepada Tuhan Yang Maha Esa, NKRI, Pancasila (sebagai dasar Negara Indonesia), mempunyai jiwa menolong sesama hidup, serta setia kepada Dasa Darma.
Pada Dasa Darma, pramuka bertekad untuk mengaktualisasikan sifat – sifat kata hati yang mengendap pada hati nurani, yaitu disiplin, bertanggung jawab, dan menjaga kesucian jiwa. Sifat – sifat ini adalah sifat dasar yang sebenarnya dimiliki oleh setiap manusia, yang merupakan bekal bawaan manusia sebagai khalifah di muka bumi untuk mengatur, memelihara, dan menjaga bumi serta kelestarian alam. Namun, kalau sifat tersebut tidak dipupuk dan dibina, maka yang muncul adalah sifat keserakahan untuk menguasai bumi, sehingga menimbulkan kerusakan di muka bumi, baik di darat, laut, dan udara.
Pada penghujung acara, putera – puteri pramuka tersebut dijelaskan oleh Muhammad Makky, S.TP, M.Si – Dosen Program Studi Teknik Pertanian FATETA Unand – di Pilot Plan tentang peralatan pascapanen kakao, mulai dari alat pemecah kulit kakao atau pengambil biji kakao, alat fermentasi, alat pengering biji kakao, alat penyangrai biji kakao, alat pemasta, dan alat kempa yang menghasilkan lemak kakao.