Santosa764’s Weblog

Entries from September 2008

Pramuka dan Wisata IPTEK

September 30, 2008 · 1 Comment

          Pada hari Kamis, 14 Agustus 2008, bertepatan dengan hari Pramuka, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas di Padang mendapat tamu dari Pramuka Tingkat Penegak se Sumatera.  Kunjungan putera – puteri pramuka tersebut dalam rangka Wisata IPTEK, yang merupakan salah satu kegiatan dalam rangka HUT XXII Gudep Padang 0865 – 0866 Universitas Andalas dan Dies Natalis ke – 52 Universitas Andalas. 

Pada kegiatan Wisata IPTEK tersebut, dipresentasikan oleh Azrifirwan, S.TP, M.Eng – Sekretaris Program Studi Teknik Pertanian FATETA Unand – bahwa Fakultas Teknologi Pertanian terdiri dari dua program studi, yaitu Teknik Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian.  Pada saat diskusi, dijelaskan oleh Dr. Ir. Santosa, MP tentang cara memperoleh hasil panen yang maksimal dari suatu budidaya tanaman (misalnya padi).  Untuk mendapatkan hasil produksi padi yang maksimal, maka dimulai dari memilih lokasi untuk menanam padi sesuai dengan persyaratan agroklimat, kemudian memilih bibit unggul, mengolah tanah secara baik, memberi air irigasi sesuai kebutuhan tanaman, melindungi tanaman atau memelihara tanaman, misalnya dengan melakukan penyiangan untuk memberantas gulma, menanggulangi serangan hama dan penyakit dengan cara pengendalian hama / penyakit terpadu, memberi pupuk sebagai tambahan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman, melaksanakan pemanenan tepat waktu, dan mencegah terjadinya kehilangan hasil (losses) pada saat panen dan penanganan pascapanen.

Pramuka bersimbol cikal kelapa.  Hal ini dikarenakan pohon kelapa adalah pohon yang semua komponennya, dari akar, batang, daun, sampai buah dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Selain itu, pohon kelapa juga dapat hidup di mana – mana, mulai dari pantai, dataran rendah, dataran tinggi hingga pegunungan.  Hal itu mengandung makna bahwa pramuka harus bisa bermanfaat bagi sesama manusia.  Sebaik – baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain.  Diharapkan pramuka akan menjadi sebaik – baik orang tersebut.  Selain itu, pramuka juga harus bisa hidup, bergaul, dan mengabdi di mana – mana, tidak harus pilih – pilih tempat, misalnya kampung halaman.  Walaupun harus bertugas di  Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, atau Papua (Irian), maka sebagai manusia yang berjiwa pramuka harus siap.  Pramuka harus mempunyai jiwa kebangsaan, semangat nasionalisme, dan kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik IIndonesia (NKRI), sebagaimana yang termaktub pada Tri Satya.  Pada Tri Satya tersebut, pramuka berjanji setia kepada Tuhan Yang Maha Esa, NKRI, Pancasila (sebagai dasar Negara Indonesia),  mempunyai jiwa menolong sesama hidup, serta setia kepada Dasa Darma.

Pada Dasa Darma, pramuka bertekad untuk mengaktualisasikan sifat – sifat kata hati yang mengendap pada hati nurani, yaitu disiplin, bertanggung jawab, dan menjaga kesucian jiwa.  Sifat – sifat ini adalah sifat dasar yang sebenarnya dimiliki oleh setiap manusia, yang merupakan  bekal bawaan manusia sebagai khalifah di muka bumi untuk mengatur, memelihara, dan menjaga bumi serta kelestarian alam.  Namun, kalau sifat tersebut tidak dipupuk dan dibina, maka yang muncul adalah sifat keserakahan untuk menguasai bumi, sehingga menimbulkan kerusakan di muka bumi, baik di darat, laut, dan udara.

Pada penghujung acara, putera – puteri pramuka tersebut dijelaskan oleh Muhammad Makky, S.TP, M.Si – Dosen Program Studi Teknik Pertanian FATETA Unand – di Pilot Plan tentang peralatan pascapanen kakao, mulai dari alat pemecah kulit kakao atau pengambil biji kakao, alat fermentasi, alat pengering biji kakao, alat penyangrai biji kakao, alat pemasta, dan alat kempa yang menghasilkan lemak kakao. 

Categories: Uncategorized
Tagged:

Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat Melepas

September 30, 2008 · 4 Comments

          Pada hari Selasa, 19 Agustus 2008, Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Unand Padang melepas masa pensiun dari Ibu Prof. Ir. Yuliar Anas dan Ibu dr. Mariaty Djohan.  Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang FATETA Unand Kampus Limau Manis Padang.

            Rangkaian acara pelepasan masa pensiun tersebut adalah (a) pembukaan oleh pembawa acara (Mislaini R., S.TP, MP), (b) pembacaan ayat suci al Qur’an (Muhajir), (c) sambutan oleh dekan FATETA (Prof. Dr. Ir. H. Isril Berd, SU), (d) sambutan dari mantan anak bimbingan dosen yang memasuki masa pensiun (Ir. Nurhaida Hamzah dan Ir. Aisman, M.Si), (e) penayangan foto kenangan, (f) pelantunan lagu “Kemesraan” secara bersama – sama yang dipimpin oleh Ir. Aisman, M.Si, sekretaris dekan FATETA, (g) Kata sambutan dari Prof. Ir. Yuliar Anas dan dr Mariaty Djohan, (h) Penyerahan kenang – kenangan berupa cincin emas yang disematkan oleh dekan FATETA, (i) pembacaan doa (Dr. Ir. Santosa, MP), dan (j) penutup.

            Prof Dr. Ir. H. Isril Berd, SU dalam sambutannya menyatakan : (a) dua orang dosen andalan FATETA telah memasuki masa pensiun, di saat – saat FATETA  baru berumur 75 hari.  FATETA resmi berdiri pada tanggal 15 Mei 2008, yang merupakan pengembangan dari Jurusan Teknologi Pertanian, yang semula berada di bawah Fakultas Pertanian Unand, (b) suasana mendung saat acara pelepasan tersebut berlangsung, seirama dengan perasaan sedih dari FATETA, karena akan berpisah dengan beliau berdua, (c) disadari bahwa tanpa dukungan moril dari beliau berdua, maka mungkin proposal penyusunan FATETA berhenti sehingga tidak terwujud FATETA  Unand saat ini, karena beliau pernah berkata :”Saya ingin pensiun, setelah FATETA Unand ini sudah lahir”, (d) saat ini FATETA sedang berbenah, telah membentuk senat fakultas, telah membuat renstra fakultas (tinggal pengesahan dari senat fakultas), dan telah menyusun struktur organisasi fakultas, (e) selama dua tahun ke depan, dipersiapkan blue print fakultas yang unggul dan cerdas, serta (f)  FATETA berhutang budi kepada beliau berdua, dan memohon maaf atas segala kekhilafan serta kesalahan.

            Ibu Yuliar Anas mulai mengabdi di Unand sejak tahun 1962, mengabdi  selama 46 tahun.  Pada saat beliau masih aktif mengajar, beliau sebagai penanggung jawab matakuliah Pengawasan Mutu, Kimia Hasil Pertanian, dan Teknologi Pengolahan I.  Mahasiswa yang dahulu bimbingan beliau dan sekarang juga menjadi dosen di FATETA Unand dan telah mencapai jabatan fungsional Guru Besar adalah Prof. Ir. Zuraida Zuki dan Prof. Dr. Ir. Anwar Kasim.  Bapak Anwar Kasim sekarang menjabat sebagai Ketua Program Studi THP.

            Ibu Mariaty Djohan mulai mengabdi di Unand sejak tahun 1976, beliau mengabdi selama 32 tahun.  Pada saat beliau masih aktif, beliau sebagai penanggung jawab matakuliah Biokimia Umum dan Biokimia Lanjutan.  Selain sebagai dosen, beliau bertugas pula di poliklinik Unand dari tahun 1976 hingga tahun 1994.  Sampai dengan tahun 1993, Poliklinik Unand tersebut bertempat di Kampus Unand Air Tawar, yang kemudian pindah lokasinya di Kampus Unand Limau Manis pada tahun 1993.

Dengan telah memasuki masa pensiunnya dua puteri terbaik FATETA Unand tersebut, maka pada saat ini FATETA Unand memiliki 42 dosen, dengan sebaran sebagai berikut : 18 dosen pada Program Studi Teknik Pertanian (PS TEP), dan 24 dosen pada Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (PS THP).   Dosen PS TEP terdiri dari 7 orang berpendidikan S3, 9 orang berpendidikan S2, dan 2 orang berpendidikan S1, dengan seorang dosen berjabatan fungsional sebagai Guru Besar. Dosen PS THP terdiri dari 8 orang berpendidikan S3, 11 orang berpendidikan S2, dan 5 orang berpendidikan S1, dengan dosen yang berjabatan fungsional sebagai Guru besar sebanyak 3 orang.

Categories: Uncategorized
Tagged:

Peranan Program Studi Teknik Pertanian Universitas Andalas

September 29, 2008 · 1 Comment

Misi Program Studi Teknik Pertanian (dahulu namanya Program Studi Mekanisasi Pertanian) di Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas adalah (a) menyelenggarakan pendidikan yang bermutu tinggi, sehingga mampu menghasilkan lulusan dengan keahlian profesional dan menguasai teknologi dalam Teknik Pertanian, yang siap bekerja atau memulai agro-industri yang baru, (b) melaksanakan penelitian untuk menghasilkan pengetahuan dan teknologi yang cukup  berarti dalam bidang penyiapan lahan, teknik tanah dan air, mesin pertanian, manajemen mekanisasi pertanian, dan operasi pascapanen, serta (c) melakukan pengabdian pada masyarakat berdasarkan hasil penelitian dan perbaikan teknologi lokal.

Sejarahnya, pada simposium Nasional Mekanisasi Pertanian tahun 1967 di Ciawi, telah dirumuskan definisi  mekanisasi pertanian sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang penggunaan dan pemanfaatan bahan dan tenaga alam untuk mengembangkan daya karya manusia dalam bidang pertanian demi untuk kesejahteraan umat manusia.  Ini merupakan terjemahan dari istilah “agricultural engineering”.

Dalam arti sempit, mekanisasi pertanian memang terjemahan dari “agricultural mechanization” atau “farm mechanization” yaitu semua kegiatan penggunaan alat / mesin pertanian yang digerakkan baik dengan tenaga manusia, tenaga hewan, tenaga motor, maupun tenaga mekanis lainnya  seperti arus air dan angin untuk mengurangi kejerihan kerja dan meningkatkan ketepatan waktu dari berbagai kegiatan (operasi) pertanian, sehingga dapat mengamankan produksi, memperbaiki mutu produksi, dan meningkatkan efisiensi kerja.

Saat ini, telah hampir 40 tahun dari titik awal pencanangan definisi mekanisasi pertanian di Indonesia, makna dari teknik pertanian (atau mekanisasi pertanian) telah meluas lagi, yaitu sebagai aplikasi ilmu teknik di bidang pertanian.

Program Studi Teknik Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas rata-rata menerima mahasiswa baru setiap tahunnya sebanyak 60 orang.  Sejumlah itu pulalah idealnya banyaknya Sarjana Teknologi Pertanian (S.TP) yang dihasilkan setiap tahunnya.  Staf pengajar pada Program Studi kami mengajar, membimbing, dan membekali ilmu pengetahuan, teknologi, dan ketrampilan dalam lingkup Teknik Pertanian, dengan jumlah staf pengajar sebanyak  18  orang.  Staf pengajar tersebut dikelompokkan ke dalam tiga kelompok bidang kajian (KBK) yaitu KBK Manajemen & Mesin Pertanian, KBK Teknik Pascapanen, dan KBK Teknik Tanah & Air. 

Dari tahun 2004 sampai dengan sekarang, telah dihasilkan Sarjana Teknologi Pertanian, dengan tema skripsi antara lain sebagai berikut :

Skripsi tentang rekayasa / rancang bangun / pengembangan / modifikasi alat / mesin budidaya pertanian antara lain : (a) rekayasa traktor tangan kecil dengan peralatan berupa bajak putar, (b) rancang bangun alat penebar pupuk kandang, (c) pengembangan roda dan rotary pada traktor kura-kura, (d) modifikasi mesin penyiang menjadi mesin penyiang dan pembumbun pada tanaman jagung.

Penelitian tentang pengembangan / modifikasi alat / mesin pascapanen meliputi : (a) pengembangan alat pemilah (grader) jeruk dan kentang dengan sistem pedal tenaga manusia, (b) modifikasi alat kempa gambir sistem ulir tekan, (c) pengembangan model oven pemasak roti, (d) pengembangan mesin pengurai serat tandan kosong sawit, (e) pengembangan model kano untuk pengangkutan produk pertanian di perairan, (f) pengembangan alat pengaduk pada alat perendang kopi, dan (g) pengembangan mesin pengaduk adonan roti / kue.

Skripsi tentang rancang bangun alat pengatur / kontrol antara lain : (a) rancang bangun alat pengatur pemberian air irigasi tetes, dan (b) aplikasi pengontrolan suhu ruang pengering pada oven dalam pembuatan keripik nangka, keripik pepaya, dan keripik wortel.

Penelitian tentang sistem irigasi, yaitu sistem pemberian air untuk keperluan pertanian, meliputi : (a) evaluasi kinerja sistem irigasi curah (sprinkler irrigation) untuk tanaman kedelai, jeruk, dan jagung, serta (b) sistem irigasi tetes (drip irrigation) untuk tanaman cabai.

Penelitian tentang DAS (Daerah Aliran Sungai) antara lain : (a) studi karakteristik sub DAS Padang Karuh, (b) identifikasi karakteristik sungai dan hubungan debit dengan sedimen DAS Air Dingin, serta (c) Studi karakteristik sub DAS Batang Asam Pulau.

Penelitian tentang erosi, yaitu pengikisan tanah atau hilangnya tanah yang dapat disebabkan oleh air, antara lain (a) prediksi erosi dengan Metode USLE dan SDR pada DAS Air Dingin, dan (b) prediksi erosi pada sub DAS Padang Karuh.

Selain itu, ada juga penelitian yang mempelajari tentang ergonomi, yaitu ilmu yang mempelajari hubungan antara alat / mesin dengan manusia, misalnya tentang kenyamanan kerja dan ukuran postur tubuh operator alat / mesin pertanian, antara lain : (a) studi ergonomi traktor tangan, dan (b) kajian ergonomik dari cabin roof traktor roda empat.

Ada pula skripsi yang berada pada lingkup sistem informasi, yaitu pengembangan web page industri alat dan mesin pertanian di Sumatera Barat.

Penelitian mahasiswa tentang pengolahan tanah antara lain  : (a) studi hasil pelumpuran pada beberapa cara pengolahan tanah sawah, (b) kajian nilai draft spesifik pengolahan tanah dengan menggunakan model bajak singkal (moldboard plow) pada beberapa jenis tanah, dan (c) identifikasi parameter cangkul sebagai peralatan pertanian di Kabupaten Pasaman Barat.

Skripsi tentang simulasi deterministik telah dikerjakan oleh mahasiswa, dengan tema penelitian adalah simulasi biaya pokok traktor untuk pengolahan tanah.

Kajian tentang sifat produk pertanian juga merupakan tema penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa, yaitu  penilaian sifat fisik dan mutu gabah terhadap produksi beras yang dihasilkan.

Pascapanen hortikultura merupakan tema lainnya yang dipilih oleh mahasiswa, yaitu : (a) studi faktor umur panen dan pemeraman pada buah pisang terhadap sifat fisiknya, dan (b) studi sifat fisik buah klimakterik dan nonklimakterik pada beberapa umur penyimpanan.

Studi tentang alat pengering tipe bak dipilih sebagai topik penelitian mahasiswa, misalnya : (a) pengeringan kedelai dengan alat pengering tipe bak sumber bahan bakar limbah pertanian, dan (b) modifikasi dan evaluasi teknis alat pengering biji-bijian tipe bak (flat bed dryer) pada pengeringan kopi.

Sedangkan studi alat / mesin pengering tipe rak dilakukan oleh mahasiswa, misalnya pada topik penelitian yaitu analisis kinerja alat pengering tipe rak dengan sumber energi solar sel untuk pengeringan gabah,  rimpang jahe, cabai, bawang merah, dan ikan teri.

Semoga para alumni Program Studi Teknik Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Andalas dapat memberikan sumbangan pemikirannya demi untuk kejayaan bangsa.

Categories: Uncategorized
Tagged:

Santosa dengan Bukunya “Aplikasi Visual Basic 6.0 dan Visual Studio.NET 2003 dalam Bidang Teknik dan Pertanian”

September 29, 2008 · 2 Comments

 

          Buku yang berjudul “Aplikasi Visual Basic 6.0 dan Visual Studio.NET 2003 dalam Bidang Teknik dan Pertanian” adalah hasil karya Santosa yang diterbitkan oleh Penerbit ANDI di Yogyakarta, dengan nomor ISBN : 979-731-755-2 pada tahun 2005. Pada buku tersebut dipaparkan tentang aplikasi model matematika, meliputi regresi linear, regresi parabolik, fungsi perpangkatan, regresi kubik, regresi linear berganda dua variabel bebas, regresi linear berganda tiga variabel bebas, persamaan eksponensial, dan fungsi transformasi semi-log.  Materi tersebut ditulis dalam bahasa Visual Basic 6.0 di Bab II.

Model persamaan matematis regresi linear yang dirancang adalah :  Y = a0 + a1 X , yang penyelesaian nilai a0 dan a1 dalam dua persamaan simultan yang dihasilkan dari asas minimisasi jumlah kuadrat residual.  Untuk mendapatkan  keabsahan (validasi) model, dilakukan perhitungan koefisien determinasi r2.

Model matematika untuk regresi parabolik adalah :   Y = a0 + a1 X + a2 X2 , yang penyelesaian regresi parabolik ini adalah berupa sekumpulan tiga persamaan simultan dengan tiga nilai yang tidak diketahui, yaitu  a0, a1 dan a2.

Pada fungsi perpangkatan, hubungan antara peubah bebas X dan peubah tak bebas Y adalah :  Y = a X b , dengan a dan b adalah parameter  penduga, yang nilainya didasarkan pada data hasil pengukuran.  Pada model fungsi perpangkatan ini diasumsikan bahwa nilai X selalu positif.  Untuk mengestimasi nilai  a  dan  b  dilakukan transformasi logaritma.

Bentuk persamaan matematika yang menggambarkan regresi kubik adalah :  Y = a0 + a1 X + a2 X2 + a3 X3 , dengan a0, a1, a2 dan a3 koefisien yang diperoleh dari hasil regresi.  Penyelesaian regresi kubik ini adalah berupa sekumpulan empat  persamaan simultan dengan empat nilai yang tidak diketahui, yaitu  a0, a1 , a2 dan a3. Program komputer yang didesain didasarkan pada prinsip Aturan Cramer, dan reduksi determinan matriks 4 x 4 menjadi determinan matriks 3 x 3.

Bentuk persamaan matematika yang menggambarkan regresi linear berganda dengan dua peubah bebas adalah : Y = a0 + a1 X1 + a2 X2 , dengan a0, a1, dan a2 adalah koefisien yang diperoleh dari hasil regresi.  Penyelesaian dari persamaan tersebut berupa sekumpulan tiga persamaan simultan dengan tiga nilai yang tidak diketahui yaitu a0, a1 dan a2.

Bentuk persamaan matematika yang menggambarkan regresi linear berganda dengan tiga peubah bebas adalah : Y = a0 + a1 X1 + a2 X2 + a3 X3 , dengan a0, a1,  a2 dan a3 adalah koefisien yang diperoleh dari hasil regresi.  Penyelesaian dari persamaan tersebut berupa sekumpulan empat  persamaan simultan dengan empat nilai yang tidak diketahui yaitu a0, a1 , a2, dan a3.

Persamaan matematis yang menggambarkan model eksponensial adalah :

Y = a e b X  , dengan  a dan b adalah parameter yang akan diduga nilainya, sedangkan e adalah bilangan logarithma natural, yaitu 2,7183.  Estimasi nilai  a  dan  b dari bentuk fungsi eksponensial tersebut dapat dilakukan dengan mentransformasikan model tersebut ke bentuk linearnya melalui logarithma sebagai berikut :  dari  Y = a e b X , maka :  ln Y = ln a  +  b ln  e  Û ln Y = ln a  +  b   X.    

Bentuk fungsi transformasi semi-log adalah : Y = a +  b ln X, dengan memisalkan V = ln X, maka diperoleh persamaan regresi linear : Y = A + B . V , maka dapat diperoleh nilai konstanta A dan B.

Pada Bab III buku tersebut diberikan contoh aplikasi model matematika di bidang pertanian dan teknik pertanian, meliputi : perhitungan kohesi tanah dan sudut gesek dakhil (internal friction angle), aplikasi fungsi kubik untuk fungsi produksi, fungsi parabolik tentang respon  produksi padi terhadap tingkat  dosis pupuk, aplikasi bentuk persamaan matematika yang menggambarkan regresi linear berganda dengan dua variabel bebas pada  kasus pengaruh pupuk dan pemberian air irigasi terhadap hasil produksi, model eksponensial pertumbuhan populasi serangga, model matematis yang menunjukkan hubungan antara RH (kelembaban relatif, relative humidity) dan EMC (kadar air keseimbangan, equilibrium moisture content) pada produk  pertanian, aplikasi fungsi pangkat untuk kaliberasi sekat ukur, dan aplikasi regresi linear berganda tiga variabel bebas untuk mengkaji pengaruh  tiga jenis pupuk terhadap produksi.

Categories: Uncategorized
Tagged:

PSTEP FATETA Unand Padang Terus Berkiprah : Fasilitasi Generasi Muda Menimba Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Pertanian

September 29, 2008 · Leave a Comment

          Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian (FATETA) Universitas Andalas memberikan fasilitas kepada generasi muda penerus pembangunan Indonesia untuk menimba ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang Teknik Pertanian.   Teknik Pertanian atau Mekanisasi Pertanian dalam arti luas identik dengan “agricultural engineering” yaitu suatu ilmu yang mempelajari tentang penggunaan dan pemanfaatan bahan serta tenaga alam untuk mengembangkan daya karya manusia dalam bidang pertanian demi untuk kesejahteraan umat manusia.  Definisi tersebut dicanangkan pada saat pelaksanaan Simposium Nasional Mekanisasi Pertanian tahun 1967 di Ciawi – Bogor, Jawa Barat. 

Istilah Teknik Pertanian saat ini bisa didefinisikan sebagai aplikasi ilmu teknik di bidang pertanian.  Pada Program Studi Teknik Pertanian dipelajari komponen ilmu teknik, antara lain : Matematika, Kalkulus, Matematika Teknik, Komputer (Pemrograman), Fisika, Pindah Panas, Termodinamika, Mekanika Fluida, Kekuatan bahan, Motor Bakar, Menggambar Teknik, Hidrologi, Elektronika, Instrumentasi, Teknik Pengolahan Citra Digital, dan Kontrol Otomatik. 

Ada pun “pertanian” yang digarap pada Program Studi Teknik Pertanian mempunyai makna yang luas, meliputi budidaya tanaman pangan dan hortikultura, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan, yang terkenal dengan nama “agro kompleks”.

Namun demikian, tidak disalahkan pula persepsi masyarakat yang menangkap makna Teknik Pertanian dalam arti sempit – yang identik dengan “agricultural mechanization” atau “farm mechanization” – yaitu semua kegiatan penggunaan alat / mesin pertanian yang digerakkan baik oleh tenaga manusia, hewan, motor bakar, maupun tenaga mekanis lainnya, antara lain arus air dan angin.

Apa pun pemahaman seseorang, tetapi Teknik Pertanian muncul untuk mengurangi kepayahan kerja, meningkatkan kapasitas kerja produksi, menekan kehilangan (losses) saat panen dan pascapanen produk pertanian, yang tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan manusia (petani).

Program Studi Teknik Pertanian, yang bernaung di bawah Fakultas Teknologi Pertanian Unand, terdiri dari tiga kelompok bidang kajian, yaitu (a) Teknik Tanah dan Air, (b) Manajemen dan Mesin Pertanian, serta (c)  Teknik Pascapanen.  Pada wisuda Sarjana S-1 yang direncanakan pada tanggal 23 Agustus 2008, Program Studi Teknik Pertanian akan mewisuda sarjana – dengan gelar S.TP  yaitu Sarjana Teknologi Pertanian -, dengan topik penelitian antara lain : (a) Simulasi Kegiatan Panen dan Pengangkutan Hasil Panen Kelapa Sawit di PT. Ramajaya Pramukti Kabupaten Kampar Riau (Jesi Yardani), (b) Evaluasi Alat Pemarut dan Pemeras Mengkudu untuk Memperoleh Sari Buah Mengkudu (Morinda citrofilia L.) (Wahyu Rahmadona), (c) Studi Pemeraman dan Penyimpanan pada Beberapa Jenis Kemasan terhadap Sifat Fisik Buah Kuini (Mangifera odorata G.) dengan Tingkat Ketuaan yang Berbeda (Saputra Olya), (d) Pengembangan Alat Pengering Tipe Tunnel dengan Sumber Energi Arang Batok Kelapa dalam Upaya Peningkatan Produksi Kerupuk Kulit (Handrio Moranza), (e) Sistem Basis Data Pemasaran Buah-buahan Unggulan di Kabupaten Tanah Datar (Bembi Agus Saputra), (f) Pemetaan Sifat Mekanik Tanah (Draft Spesifik) di Afdeling V PTP Nusantara 3 Kebun Merbau Selatan Kabupaten Labuhanbatu Sumatera Utara (Rahmat Afandi), (g) Rancang Bangun Alat Pemilah Buah Jeruk (Grader) dengan Sensor Inframerah Berbasis Mikrokontroler AT89S51 (FX. Heri Suryono), dan (h) Studi Pemilahan Buah Tomat dengan Pemilah Dua Sabuk Berjalan (Double Belt Conveyor) Sistem Pedal (Andi Wardana).

Mudah – mudahan Program Studi Teknik Pertanian Unand dapat menghasilkan sarjana yang memang mempunyai kompetensi dalam bidang ilmunya, sehingga bisa ikut berpartisipasi membangun negeri, demi kejayaan bangsa.  Amiin.

(* Makalah Ini Dimuat pada Surat Kabar BiNNews, Edisi 99, 18 – 24 Agustus 2008, Hal. 2, Kolom 2-5 *)

 

Categories: Uncategorized
Tagged:

Buah Kesetiaan Murid kepada Guru

September 29, 2008 · Leave a Comment

Kita yang pernah menjalani sekolah, tentu masih mengendap di memori kita, nama – nama guru kita yang telah mendidik, membimbing, memberi contoh, dan mengajarkan kedisiplinan kepada kita.  Saat kita di bangku SD kelas I, beliaulah yang memperkenalkan kepada kita huruf, angka, rangkaian huruf sehingga menjadi suku kata, dan rangkaian suku kata sehingga menjadi kata yang bermakna.  Kemudian, beliaulah yang mengenalkan kepada kita rangkaian kata sehingga menjadi kalimat.

Pada kelas yang lebih tinggi, kita diajar oleh guru untuk dapat mengenal kalimat. Pada kalimat tersebut, mana yang subyek, predikat, obyek, dan keterangan. Kita juga diperkenalkan tentang hitungan, dimulai dari operasi penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.  Itulah jasa guru kita.  Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa !

            Materi pelajaran yang diberikan oleh guru kepada kita, dapat kita tangkap melalui proses belajar.  Dengan adanya proses belajar, maka terjadilah perubahan pada diri kita, yang semula tidak tahu, kemudian menjadi tahu.  Hal itu bisa berlangsung dengan baik, karena secara tidak langsung kita telah menganggap bahwa apa yang disampaikan oleh guru adalah kebenaran, tanpa diragukan lagi.  Seorang murid yang berpijak dari kesadaran bahwa yang disampaikan oleh guru adalah kebenaran, dan murid tersebut selalu setia, yang ditunjukkan dengan kepatuhannya kepada guru, maka itu adalah modal besar untuk mencapai kesuksesan di dalam transfer ilmu pengetahuan dan teknologi .

            Kesetiaan murid kepada guru telah dicontohkan pada kisah Mahabarata, yaitu kesetiaan Bima kepada gurunya yaitu Pandeta Durna.  Bima adalah ksatria, anak kedua dari lima bersaudara (“Pandawa Lima”).  Bapak Bima adalah Pandu, sedangkan ibunya adalah Kunti. Sayang, Pandu telah meninggal, di kala anak – anaknya belum beranjak dewasa.  Bima selalu patuh dan taat kepada guru, tanpa ragu – ragu.  Sifat inilah yang harus dicontoh, ketika seseorang mencari ilmu, baik pada jalur pendidikan formal (SD, SMP, SMA, atau kuliah di Perguruan Tinggi), maupun jalur non formal (misalnya ceramah subuh di masjid, kultum di masjid, pengajian atau wirid di masjid, kegiatan PKK, dasa wisma, organisasi pemuda, mau pun karang taruna).  Dengan kesetiaan yang tinggi, maka murid tidak ragu – ragu di dalam menuntut ilmu, sehingga daya serap ilmu menjadi tinggi.  Bima tidak perlu berpikir panjang, apakah perintah Pandeta Durna itu benar atau menjerumuskan.  Bima selalu  melaksanakan perintah guru dengan tekad yang kuat untuk mencari ilmu, dan dalam pikirannya “itulah kebenaran”.

Pada suatu saat, Bima disuruh oleh Pendeta Durna untuk mencari air kehidupan  dan sarangnya angin, yang terletak di tengah samudera yang luas dan dalam.  Ketika Bima mau terjun menyeberangi samudera, banyak kerabatnya yang mencegah, tetapi Bima tetap nekat.  Banyak gangguan di tengah samudera, salah satunya adalah dibelitnya tubuh Bima oleh ular besar.  Namun Bima tak pantang menyerah, dengan senjata kuku “pancanaka” yang Bima miliki, maka dibunuhlah ular itu.  Mitos itu seolah – olah terjadi di alam nyata, sehingga di langit terpantul bayangan Bima yang sedang bergulat dengan ular tersebut sebagai Milky Way atau Jalan Susu. Potret kejadian itu sepertinya terekam di jagat raya, yang terlihat di malam hari, tatkala langit cerah bermandikan gemerlapnya cahaya bintang.  Mitos itu pulalah yang diabadikan sebagai salah satu nama gugusan bintang di langit pada jagat raya ini, yaitu galaksi Bima Sakti atau Milky Way.  Akhir cerita, bukan kemalangan yang diperoleh oleh Bima, tetapi Bima justru bisa bertemu dengan “jati diri Bima” yang diwujudkan dengan sosok  Dewa Ruci, yaitu zat atau perwujudan yang bentuknya seperti Bima, tetapi ukurannya lebih kecil.  Itulah Sang Guru Sejati, yaitu nur illahi, yang senantiasa mengajari manusia tentang kebenaran, dan membisikkan ilmu di hati nurani anak manusia.

(* Makalah ini dimuat pada Surat Kabar BiNNews, Edisi 102,  8 – 14 September  2008, Hal. 2, Kolom 2-6 *)

Categories: Uncategorized
Tagged: